Photo by Wadi Lissa on Unsplash
Pada tahap 2, persaingan menjadi sedikit terbuka. Tidak hanya guru induk, tetapi guru dari sekolah lain bisa mengisi tempat dimana formasi ada. Terlebih lagi jika mereka mempunyai sertifikat pendidik. Hal itu menjadi keuntungan yang sangat besar bagi para pemegang serdik.
Sudah sampai manakah persiapan kamu untuk menghadapi tahap 2 dan tahap 3 dari tes PPPK ini? Mulailah dari belajar soal-soal yang sesuai dengan bidang kompetensi kamu. Jangan lupakan juga Manajerial dan sosiokultural. Semua itu nantinya akan dikumulatifkan menjadi satu nilai total.
Bagi kamu para guru SD atau guru dengan ijazah PGSD, kami jabarkan pada postingan ini soal-soal PPPK untuk guru SD sesuai dengan FR yang beredar di dunia maya. Tidak hanya soal, tetapi disertai dengan pembahasan yang semakin memudahkan kamu dalam belajar. Yuk langsung disimak dan dipelajari. Jangan lupa share nilai kamu ya di kolom komentar.
Pagi ini Bu Agni mengadakan penilaian KD metamorfosis pada Makluk hidup,Jika peserta didik jumlahnya 32 dan saat penilaian ternyata hasilnya 3 peserta didik tidak mencapai KKM. Yang harus dilakukan Bu Agni adalah...
- Memberikan remidial masing masing individu untuk 3 peserta didik yang tidak tuntas KKM
- Memberikan remidial dengan mengelompokan semua peserta didik yang tidak tuntas KKM
- Pembelajaran klasikal untuk semua peserta didik karena ketuntasan minimum kelas belum terpenuhi.
- Melanjutkan pembelajaran karena presentase ketuntasan diatas 85%
- Meminta peserta didik yang tidak tuntas mengulas mengerjakan soal penilaian dengan soal yang sama.
Perhatikan kegiatan berikut ini!
1. Melakukan diagnosis kesulitan belajar
2. Memilih dan merancang kegiatan remedial sesuai dengan masalah dan faktor penyebab kesulitan serta karakteristik siswa
3. Merencanakan waktu yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan remedial
4. Menentukan jenis, prosedur, dan alat penilaian untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa
5. Menemukan penyebab kesulitan dan solusi penyelesaian
6. Merumuskan kompetensi atau tujuan pembelajaran
7. Melaksanakan kegiatan remedial
8. Menilai kegiatan remedial
9. Menentukan materi pelajaran sesuai dengan komptensi atau tujuan yang telah dirumuskan
Urutan langkah yang benar dalam melakukan kegiatan remidial adalah...- 1, 5, 6,9,2,4,3,7,8
- 1, 5, 6,9,3,4,2,7,8
- 1, 5, 6,9,3,2,4,7,8
- 1, 5, 6,9,2,3,4,7,8
- 7, 5, 6,9,2,3,4,1,8
Bu Fera adalah guru kelas III SD, didalam kelasnya ada 3 peserta didik yang belum bisa membaca. Ketiga peserta didik setelah diidentifikasi mengalami kesulitan dalam identifikasi kata-kata yang diucapkan, dan mengubahnya menjadi huruf atau kalimat. Kesulitan belajar ini disebut....
- Diskalkulia
- Disleksia
- Disgrafia
- Auditory and visual processing disorder
- Non-verbal learning disability
Pak Dadang adalah guru di kelas III SD, didalam kelasnya ada 2 peserta didik yang selalu mendapat nilai jelek pada materi operasi hitung. Bahkan hampir sama sekali tak bisa jika berhubungan dengan matematika dasar sekalipun. Kondisi yang dialami 2 peserta didik pak Dadang sering disebut ....
- Diskalkulia
- Disleksia
- Disgrafia
- Auditory and visual processing disorder.
- Non-verbal learning disability
Hal yang dapat dilakukan guru untuk menangani peserta didik yang didiagnosa mengalami disleksia adalah....
- Menyanyikan Lagu dan Menempel Poster Abjad Angka.
- menjiplak atau menulis diatas bentuk huruf yang sudah disediakan secara terus menerus untuk membantu anak memiliki kebiasaan yang baik dalam menulis setiap huruf
- setiap kata ditulis dalam huruf balok lalu huruf balok tersebut dihubungkan dengan garis menggunakan pensil warna, lalu anak mencoba menelusuri huruf utama dan garis sambungnya
- Berikanlah contoh materi dengan hal yang konkrit
- Belajar angka dengan menggunakan warna atau animasi menarik
Permainan yang tepat untuk mengatasi peserta didik yang kesulitan membaca kecuali...
- Bermain kata
- Membaca buku bersama
- Menyajikan gambar huruf pada kata
- Menyajikan poster menarik dengan susunan huruf balok
- Permainan menjiplak huruf dengan garis putus putus.
Gangguan neurologis yang menghambat kemampuan mengharmonisasikan ingatan dengan penguasaan gerak otot secara otomatis saat menulis biasa disebut gangguan...
- Diskalkulia
- Disleksia
- Disgrafia
- Auditory and visual processing disorder.
- Non-verbal learning disability
Pak Lenin memiliki peserta didik yang mengalami kesulitan belajar yaitu Anto. Hasil identifikasinya adalah sebagai berikut
- Huruf yang sama sering kali ditulis dalam bentuk yang berubah-ubah.
- Mencampurkan pemakaian huruf besar dan kecil.
- Bentuk maupun ukuran huruf dalam tulisan tidak proporsional.
- Kesulitan memegang pulpen dengan baik. Kadang terlalu menempel dengan kertas.
- Tetap kesulitan menyalin contoh tulisan yang sudah ada
Tindakan yang harus dilakukan Pak Lenin adalah...- Meningkatkan frekuensi membaca rutin
- Melatih peserta didik dengan permainan angka menggunakan media Gadget
- Melatih peserta didik dalam kegiatan menjiplak huruf bergaris putus putus.
- Menggambar huruf balok pada poster sederhana
- Melatih anak dengan bermain tebak kata
Perhatikan langkah langkah berikut!
1. Peserta didik dilatih memegang pensil atau bulpoin dengan benar
2. Menyebutkan huruf pada anak sambi menunjukan gambar cara cara menulisnya
3. Peserta didik diberi lembar yang berisikan huruf cetak titik titik.untuk ditulis ulang bentuknya.
4. Latihan mencoret bebas seperti garis tegak, miring dan mendatar
5. mencoba menelusuri huruf utama dan garis sambung
6. Menjiplak tulisan cetak tipis
7. Setiap kata ditulis dalam huruf balok lalu huruf balok tersebut dihubungkan dengan garis menggunakan pensil warna.
Langkah langkah dalam mengajarkan peserta didik dalam menulis adalah...- 1,4,6,3,2,7,5
- 1,4,6,2,3,7,5
- 1,4,6,2,7,3,5
- 1,4,6,2,3,5,7
- 1,4,2,6,3,7,5
Penyebab diskalkulia kecuali....
- Kelemahan pada proses penglihatan.
- Bermasalah dalam hal mengurut informasi, kesulitan membaca kode-kode angka.
- Kesulitan mengingat kembali secara detail.
- Kesulitan dalam menulis angka
- trauma dengan pelajaran berhitung
JAWABAN A
pelaksanaan remidial : $=\frac{3}{32}\times 100%=9%$ 0-20% - pembimbingan individu 20-50% - pembimbingan kelompok 50-100% - pembelajaran ulang klasikal semua siswa Kesimpulan Bu agni harus melakukan remidial dengan pembimbingan individu kepada 3 peserta didik tersebut.
pelaksanaan remidial : $=\frac{3}{32}\times 100%=9%$ 0-20% - pembimbingan individu 20-50% - pembimbingan kelompok 50-100% - pembelajaran ulang klasikal semua siswa Kesimpulan Bu agni harus melakukan remidial dengan pembimbingan individu kepada 3 peserta didik tersebut.
JAWAbAN D
Langkah langkah kegiatan remidial adalah
1. Melakukan diagnosis kesulitan belajar
2. Menemukan penyebab kesulitan dan solusi penyelesaian
3. Merencanakan remidial
a. Merumuskan kompetensi atau tujuan pembelajaran
b. Menentukan materi pelajaran sesuai dengan komptensi atau tujuan yang telah dirumuskan
c. Memilih dan merancang kegiatan remedial sesuai dengan masalah dan faktor penyebab kesulitan serta karakteristik siswa
d. Merencanakan waktu yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan remedial
e. Menentukan jenis, prosedur, dan alat penilaian untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa
4. Melaksanakan kegiatan remedial
5. Menilai kegiatan remedial
Langkah langkah kegiatan remidial adalah
1. Melakukan diagnosis kesulitan belajar
2. Menemukan penyebab kesulitan dan solusi penyelesaian
3. Merencanakan remidial
a. Merumuskan kompetensi atau tujuan pembelajaran
b. Menentukan materi pelajaran sesuai dengan komptensi atau tujuan yang telah dirumuskan
c. Memilih dan merancang kegiatan remedial sesuai dengan masalah dan faktor penyebab kesulitan serta karakteristik siswa
d. Merencanakan waktu yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan remedial
e. Menentukan jenis, prosedur, dan alat penilaian untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa
4. Melaksanakan kegiatan remedial
5. Menilai kegiatan remedial
JAWABAN C
Disleksia: kesulitan membaca secara teknis atau kesulitan akan kata kata yang diucapkan dan sulitnya mengubah kata menjadi huruf.
Dysgraphia: kesulitan menulis baik berupa merangkai huruf dalam kata atau membuat kalimat lengkap
Dyscalculia: kondisi di mana seorang anak memiliki kesulitan memecahkan soal matematika dan mengalami kesulitan menangkap konsep-konsep matematika dasar
Auditory and visual processing disorder: Sebuah gangguan sensorik yang mempengaruhi kemampuan anak untuk memahami bahasa tertulis atau lisan
Non-verbal learning disability: Kondisi ini merujuk pada ketidakmampuan anak untuk menggunakan aspek intuitif, pengaturan, visual dan pengolahan fungsi saat belajar
Disleksia: kesulitan membaca secara teknis atau kesulitan akan kata kata yang diucapkan dan sulitnya mengubah kata menjadi huruf.
Dysgraphia: kesulitan menulis baik berupa merangkai huruf dalam kata atau membuat kalimat lengkap
Dyscalculia: kondisi di mana seorang anak memiliki kesulitan memecahkan soal matematika dan mengalami kesulitan menangkap konsep-konsep matematika dasar
Auditory and visual processing disorder: Sebuah gangguan sensorik yang mempengaruhi kemampuan anak untuk memahami bahasa tertulis atau lisan
Non-verbal learning disability: Kondisi ini merujuk pada ketidakmampuan anak untuk menggunakan aspek intuitif, pengaturan, visual dan pengolahan fungsi saat belajar
JAWABAN A
Dyscalculia
Kondisi di mana seorang anak memiliki kesulitan memecahkan soal matematika dan mengalami kesulitan menangkap konsep-konsep matematika dasar
Dyscalculia
Kondisi di mana seorang anak memiliki kesulitan memecahkan soal matematika dan mengalami kesulitan menangkap konsep-konsep matematika dasar
JAWABAN A
Yang harus dilakukan guru untuk peserta didik disleksia
1. melakukan latihan membaca secara rutin.
2. Buat Pelajaran Lebih Menarik.
3. Menyanyikan Lagu dan Menempel Poster Abjad Angka.
4. Memberi anak waktu untuk beristirahat
Yang harus dilakukan guru untuk peserta didik disleksia
1. melakukan latihan membaca secara rutin.
2. Buat Pelajaran Lebih Menarik.
3. Menyanyikan Lagu dan Menempel Poster Abjad Angka.
4. Memberi anak waktu untuk beristirahat
JAWABAN E
Metode untuk menangani disleksia
1) Bermain Kata
Anda bisa mengajak si Kecil bermain kata yang berhubungan satu sama lain. Awali dengan pemilihan kata-kata yang mudah diucapkan dan bisa dikombinasikan dengan aktivitas lain. Misalnya menuliskannya di pasir, kertas, dan sebagainya
2) Mencari Gambar dan Susun dengan Huruf Balok
Sebagai contoh, minta anak untuk menemukan gambar gajah, lalu lanjutkan dengan menyusun huruf-huruf pembentuk kata ”gajah” dengan huruf balok.
3) Membaca Buku Bersama
Anak dengan disleksia tidak menyukai kegiatan membaca. Oleh karena itu, ajak anak membaca buku yang ia sukai bersama-sama.
Metode untuk menangani disleksia
1) Bermain Kata
Anda bisa mengajak si Kecil bermain kata yang berhubungan satu sama lain. Awali dengan pemilihan kata-kata yang mudah diucapkan dan bisa dikombinasikan dengan aktivitas lain. Misalnya menuliskannya di pasir, kertas, dan sebagainya
2) Mencari Gambar dan Susun dengan Huruf Balok
Sebagai contoh, minta anak untuk menemukan gambar gajah, lalu lanjutkan dengan menyusun huruf-huruf pembentuk kata ”gajah” dengan huruf balok.
3) Membaca Buku Bersama
Anak dengan disleksia tidak menyukai kegiatan membaca. Oleh karena itu, ajak anak membaca buku yang ia sukai bersama-sama.
JAWABAN C
Dysgraphia: kesulitan menulis baik berupa merangkai huruf dalam kata atau membuat kalimat lengkap
Dysgraphia: kesulitan menulis baik berupa merangkai huruf dalam kata atau membuat kalimat lengkap
JAWABAN C
Ciri ciri diatas merupakan gangguan disgrafia. Hal yang dapat dilakukan adalah
1. melatih untuk memegang pensil atau bulpoin dengan benar, mengatur posisi duduk dan jarak mata dengan buku. Gunakan pensil grip atau pensil segitiga dan mulailah melatih anak untuk mencoret coret secara bebas.
2. menjiplak atau menulis diatas bentuk huruf yang sudah disediakan secara terus menerus untuk membantu anak memiliki kebiasaan yang baik dalam menulis setiap huruf
3. Metode menulis huruf balok : ini dilakukan dengan cara pertama tama menyebutkan huruf pada anak sambi menunjukan gambar cara cara menulisnya. Anak kemudian diberi lembar yang berisikan huruf untuk ditulis ulang atau dijiplak yang secara beurutan ketebalan dari huruf yang harus dijiplak dikurangi lalu berubah menjadi titik titik.
4. Metode menulis bersambung : Metode ini dilakukan dengan cara setiap kata ditulis dalam huruf balok lalu huruf balok tersebut dihubungkan dengan garis menggunakan pensil warna, lalu anak mencoba menelusuri huruf utama dan garis sambungnya
Ciri ciri diatas merupakan gangguan disgrafia. Hal yang dapat dilakukan adalah
1. melatih untuk memegang pensil atau bulpoin dengan benar, mengatur posisi duduk dan jarak mata dengan buku. Gunakan pensil grip atau pensil segitiga dan mulailah melatih anak untuk mencoret coret secara bebas.
2. menjiplak atau menulis diatas bentuk huruf yang sudah disediakan secara terus menerus untuk membantu anak memiliki kebiasaan yang baik dalam menulis setiap huruf
3. Metode menulis huruf balok : ini dilakukan dengan cara pertama tama menyebutkan huruf pada anak sambi menunjukan gambar cara cara menulisnya. Anak kemudian diberi lembar yang berisikan huruf untuk ditulis ulang atau dijiplak yang secara beurutan ketebalan dari huruf yang harus dijiplak dikurangi lalu berubah menjadi titik titik.
4. Metode menulis bersambung : Metode ini dilakukan dengan cara setiap kata ditulis dalam huruf balok lalu huruf balok tersebut dihubungkan dengan garis menggunakan pensil warna, lalu anak mencoba menelusuri huruf utama dan garis sambungnya

