Photo by Chang Duong on Unsplash
Bagi sebagian besar mahasiswa baru, biasanya akan mengalami kesulitan dalam berdaptasi. Maklum, kehidupan di SMA tidak sekeras di perkuliahan. Kalau di SMA kamu hanya sekedar "berangkat" ke sekolah, maka di level universitas tidak akan bisa lagi seperti itu. Mengapa?Tentu saja karena di universitas, kamu sudah harus memperjuangkan dirimu sendiri. Seluruh mahasiswa dalam satu kelas itu tidak akan lulus secara berbarengan. Ada yang lulus dalam 3,5 tahun namun ada yang baru wisuda setelah 12 semester.
Mengingat biaya UKT yang tidak murah, bayaran kost yang cenderung naik, dan uang makan sehari-hari yang mahal, tentunya kamu harus berpikir banyak kali jika ingin sekedar bersantai di perkuliahan. Ingat selalu orang tuamu di rumah yang saat ini sedang bekerja keras mencari uang untuk membiayai perkuliahanmu.
Untuk itu, salah satu solusi untuk menekan biaya yang banyak itu adalah dengan lulus secepat mungkin. Kamu harus menargetkan lulus dalam 3,5 tahun dan meraih gelar Cumlaude. Semua mahasiswa bisa mendapatkan predikat Cumlaude, tidak hanya yang pintar saja. Kuncinya adalah konsisten dan tidak menyerah.
Lalu, apa saja cara agar cepat lulus dan meraih Cumlaude? Beberapa tips berikut dapat kamu lakukan.
- Kalau Orang Lain Rajin, Kamu Harus Dua Puluh Kali Lebih Rajin Mungkin kamu pernah mendengar seseorang yang pulang dari kampus langsung mengerjakan tugas, mencatat materi yang tadi belum diselesaikan, atau melanjutkan latihan yang tadi tertunda karena jam perkuliahannya habis. Luar biasa bukan?!
- Menjadi Pribadi yang Proaktif di Kelas Merasa pintar saja tidak cukup. Aktiflah dikelas. Jangan menjadi a man on a chair yang tidak ada manfaatnya. Mulailah proaktif.
- Time Management is Everything Jangan menjadi penunda. Kerjakan semuanya sesegera mungkin. Jangan menunda untuk mengerjakan tugas dari dosen hingga last minute. Banyak faktor yang bisa terjadi setiap saat.
- Buat Dirimu Diingat Sebagian besar dosen akan ingat kepada mahasiswa pada 2 golongan ini: yang pinter sekali atau yang kurang banget. Mayoritas pengajar akan lupa dengan siswa 3D [Datang, Duduk, Diam], alias siswa yang biasa-biasa saja. Menjadi siswa yang diingat guru itu tidak ada ruginya. Belum pernah ada sejarahnya, siswa yang gagal karena diingat oleh gurunya.
- Harus Berusaha Lebih Keras Ada seseorang yang mampu membaca 30 halaman dalam satu jam. Ada yang hanya mampu 10 halaman saja. Setiap orang punya kemampuan yang berbeda-beda.
- Fokus ke Pelajaran Lemah Sistemnya sama seperti SD, SMP, atau SMA. Dari sekian banyak mata pelajaran, pasti ada satu-dua yang menjadi kelemahanmu. Nah, kalau sudah begitu kamu harus sadar diri. Luangkan waktu yang lebih untuk belajar pada mata pelajaran itu.
- Konsentrasi, Jangan Bengong Kalau kamu konsentrasi dengan pelajaran dan menagkap apa yang disampaikan dengan baik, percayalah, ketika kamu belajar untuk ujian, kamu akan menghemat banyak waktu dan tidak harus belajar mulai dari nol.
- Sering Sharing Materi dengan Teman Jangan pelit ilmu. Bagikan apa yang sudah kamu ketahui dengan temanmu yang belum tahu apa-apa. Membagikan ilmu tidak akan membuatmu bodoh.
Penulis dulu juga pernah mempunyai teman seperti itu. Prinsipnya "tidak akan makan siang sebelum PR selesai". Kalau dipikir secara nalar pasti melelahkan mengerjakan PR sepulang sekolah dalam keadaan lapar.
Namun hasilnya juga sesuai. Teman saya itu selalu peringkat pertama dikelasnya.
Agak miris memang, sedikit hiperbola, tapi benar. Tidak ada hasil bagus tanpa disiplin, terutama konsistensi. Terkadang semangat belajar hanya diawal saja, dua-tiga hari kemudian sudah kendor.
Coba tanya kepada temanmu yang kamu anggap cerdas dan ulet, seperti apa kebiasaan dia ketika belajar. Jika ia tidur jam 10 malam dan bangun jam 4 pagi, maka kamu harus lebih dari itu. Misalkan tidur jam 9 malam agar bisa bangun jam 3 pagi, sehingga waktu belajarmu hingga pagi hari lebih banyak dari dia.
Caranya banyak. Jika besok ada presentasi dan diskusi, maka cobalah mencari informasi pada malam harinya. Contohnya, ada kelompok temanmu yang besok presentasi mengenai Sistem Perpajakan di Indonesia, maka kamu bisa mencari di internet mengenai kelemahan sistem di Indonesia dan perbandingannya dengan negara lain.
Agar terbiasa untuk berdiskusi, cobalah menonton acara TV atau channel YouTube seperti Indonesia Lawyers Club, Mata Najwa, dan sebagainya. Perhatikan cara mereka menanggapi informasi dari narasumber dan mengubahnya menjadi pertanyaan untuk ditanyakan kembali.
Potensi kamu juga dilihat dari cara komunikasi dan skill membawa diri. Bukan untuk menjadi penjilat para dosen, namun terkadang ada aspek-aspek yang dapat dinilai bukan hanya dari ujian tertulis saja. Jika kamu pintar dan kamu menjadi the right man in the right way, niscaya jalanmu menggapai cita-cita akan lebih mudah.
Contohnya, malam hari hujan padahal kamu ingin mencetak laporan hasil penelitian untuk besok. Mirisnya kamu siang tadi hanya duduk saja bermain gadget. Contoh lainnya: mati lampu. Mau ngungsi? Ya bisa. Tapi setidaknya waktumu terbatas. Alhasil karya yang kamu hasilkan tidak seoptimal target yang kamu inginkan jauh-jauh hari.
Buat catatan-catatan kecil pada sticky notes dan tempelkan di dinding kamar atau pada cermin lemarimu. Catatan itu berisi tugas yang harus diselesaikan, terget kamu, dan tenggat waktu pengumpulan. Atau bisa berupa catatan rumus, kata-kata motivasi, atau ringkasan materi.
Cobalah tanyakan kepada temanmu yang cerdas itu, apakah ia sering menunda-nunda tugasnya?
Dari ratusan mahasiswa di sekolah, kamu bisa menjadi yang menonjol. Dan percayalah ini tidak akan merugikan kamu. Waktu 3-4 tahun di kampus adalah waktu yang sangat membahagiakan namun singkat.
Caranya? Mulai dari sering datang ke kantor untuk sekedar menjemput dosen untuk diajak masuk ke kelas, hingga menyapa jika bertemu di luar lingkungan ampus. Bisa dikatakan "cari muka", tapi ke arah yang positif loh ya.
Hal yang paling mudah untuk dilakukan adalah sering bertanya saat pelajaran sedang berlangsung. Tanyakan apa saja hal yang tidak kamu pahami di kelasnya. Jangan malu untuk bertanya, karena malu hanya akan membuatmu semakin minder dan jauh dengan cita-citamu.
Jika kamu benar-benar tidak bisa memahami pelajaran, bingung mau bertanya apa, tanyakan seperti ini "Maaf Bu, saya masih belum bisa memahami apa yang Ibu sampaikan. Adakah cara agar saya menjadi lebih mudah memahaminya?"
Jika kamu sudah terbiasa bertanya, maka kamu akan sampai ke tingkat dimana kamu berani mengacungkan jarimu untuk maju kedepan kelas mengerjakan soal, padahal kamu sendiri tidak tahu penyelesaian dari soal tersebut. Tidak mengapa, dosenmu pasti akan memberikan nilai lebih sebagai reward karena keberanianmu.
Namun, ada kesamaannya, yaitu konsisten berusaha. Orang yang mampu membaca 30 halaman itu pun dulunya hanya mampu membaca 2 halaman saja dalam satu jam. Sama seperti kamu saat ini.
Namun mereka tetap berupaya, sedikit demi sedikit, meskipun hasilnya tidak seberapa. Percayalah tidak mudah untuk memulai sesuatu. Semua orang yang sukses tidak ada yang bermalas-malasan.
Coba letakkan gadgetmu di ruangan lain. Kemudian kamu belajar dengan baik di kamarmu. Hindari melihat ponsel dengan alasan menonton video pembelajaran, jika kamu tidak siap mental. Karena kamu akan menonton video pembelajaran itu hanya selama 3 menit, dan berjam-jam berselancar ria di dunia internet.
Jika kamu kecanduan game, mulailah untuk membuat jadwal bermain game. Misalkan setiap sabtu sore hingga minggu siang. Selain dari itu, simpan game kamu. Tempat terbaik menyimpan game adalah dikamar orang tuamu.
Mungkin pada awalnya agak susah, namun jangan menyerah. Bagian terpenting adalah konsistensi
Lihatlah nilaimu, tentu ada nilainya yang kecil bukan? Itulah mata perkuliahan kelemahanmu. Mintalah bantuan temanmu yang kamu anggap pintar di pelajaran itu. Mulailah dari menyalin buku catatannya. Tanyakan jika ada yang tidak kamu pahami.
Kosongkan pikiran saat menerima materi. Jangan meremehkan materi yang sudah disampaikan di kelas sebelumnya. Jangan sekali-kali berkata "Ah ini udah pernah". Tapi sebaiknya kamu kosongkan pikiran saat menerima ilmu.
Kata pepatah "Jadilah gelas kosong yang siap menerima air untuk diisi". Apalagi pendidikan semakin luas berkembang. Kemungkinan dibangku kuliah nanti kamu akan mendapatkan materi baru, meskipun kamu sudah pernah mendapatkannya di SMA.
Jangan seolah-olah menjadi dosen untuk teman sendiri, namun berdiskusilah. Buat soal-soal sendiri dan ajaklah temanmu berdiskusi. Nanti akan terlihat bagian mana yang sulit dikerjakan.

