Perkalian Metode Garis
Perkalian metode garis yaitu metode dengan menghitung titik persilangan pada garis, seperti menggambar garis mendatar dan garis tegak yang nantinya disilangkan, lalu diberikan tanda titik pada persilangan garis tersebut lalu hitung banyaknya titik sebagai hasil perkaliannya.
Metode Perkalian Garis sering disebut dengan Japanese Multiplication. Kenapa disebut dengan Japanese Multiplication karena memang metode ini ditemukan oleh orang Jepang dan digunakan dalam system pembelajaran di sekolah-sekolah di Jepang. Japanese Multiplication adalah metode perkalian garis karena dalam menyelesaikan perkalian kita menggunakan bantuan garis.
Ada banyak cara untuk mengalikan angka. Salah satu pendekatan yang menarik perhatian orang akhir-akhir ini adalah metode perkalian Jepang. Pada awalnya tampak seperti sesuatu yang magic. Tetapi matematika seharusnya tidak pernah terasa mistis bahkan membingungkan.
Konsepnya sama seperti perkalian yang dulu dipelajari di sekolah dasar. Bedanya, pada perkalian yang ini kita mengganti bilangan dengan simbol garis.
Perkalian garis, yang selanjutnya kita sebut dengan cross line mempunyai teknik perhitungan dengan mengganti nilai bilangan menggunakan garis horizontal dan garis vertikal. Banyaknya garis mewakili angka puluhan dan satuan yang terdapat pada digit bilangan tersebut.
Contohnya gini, misalkan bilangan $\small 25$. Maka simbolnya untuk garis horizontal sebagai berikut
Jika menggunakan garis vertikal untuk bilangan $\small 25$, simbolnya seperti ini.
PERKALIAN METODE GARIS PULUHAN DENGAN PULUHAN
Sekarang kita ambil contoh perkalian puluhan, misalkan $\small 13 \times 23$, maka kita buat cross line-nya sebagai berikut:
- Buatlah garis horizontal yang melambangkan $\small 13$ dari atas ke bawah. Kemudian buat garis vertikal yang melambangkan $\small 23$, mulai dari kiri ke kanan.
Sehingga membentuk simbol $\small 13\times 23$. Perhatikan gambar berikut.
- Tandai setiap titik potongnya.
- Hitung banyaknya titik potong secara diagonal. Perhatikan gambar berikut.
- Gabungkan angka-angka yang diperoleh dari diagonal tersebut yaitu $\small 2$, $\small 9$, dan $\small 9$. Artinya hasil dari $\small 13\times 23$ adalah $\small 299$.
Nah, terdapat satu masalah lagi. Gimana jika hasil dari digonal tersebut adalah bilangan bukan satu digit, melainkan dua atau tiga digit?
Untuk kasus seperti itu, lanjutkan scroll ke bawah.
PERKALIAN METODE GARIS PULUHAN DENGAN PULUHAN #2
Contoh perkalian $\small 24\times 31$.
- Buatlah garis horizontal yang membentuk simbol bilangan $\small 24$ dari atas ke bawah. Lihat gambar berikut.
- Buat garis vertikal dari kiri ke kanan, yang membentuk simbol bilangan $\small 31$ memotong simbol garis bilangan $\small 24$, sehingga perpaduan simbol dua bilangan tersebut membentuk perkalian $\small 24\times 31$
- Tandai setiap titik potong dan hitung menurut diagonalnya
- Perhatikan langkah di atas. Pada diagonal 2 [D2], hasilnya adalah $\small 14$ [lebih banyak dari $\small 10$]. Maka penggabungan hasil penyelesaiannya sebagai berikut:
D1 D2 D3 $\small 6$ $\small 14$ $\small 4$ $\small 6$ $\small \left(1\right) 4$ $\small 4$ $\small 7$ $\small 4$ $\small 4$
Keterangan: Pada diagonal 2 [D2], angka $\small 1$ puluhan harus dijumlahan dengan angka $\small 6$ pada diagonal 1 [D1]. Sehingga hasil dari $\small 24\times 31$ adalah $\small 744$
Bagaimana cara kerja metode perkalian Jepang ini?
Dalam metode perkalian Jepang, kita dapat menyelesaikan soal perkalian hanya dengan menggambar beberapa garis dan menghitung titik potongnya. Kedengarannya terlalu bagus untuk menjadi kenyataan, bukan?
Apakah metode perkalian Jepang membantu?
Sangat! Ini adalah cara yang bagus bagi kamu untuk menguji pemahaman mereka tentang metode tertentu. Kamu sudah mengetahui cara perkalian bersusun ke bawah yang panjang, namun apakah kamu tahu konsepnya?
Tentu tidak semua orang akan memahami, karena perkalian bersusun ke bawah itu hanya melibatkan angka, angka, dan angka. Namun, ketika kamu membuat hubungan antara metode simbolis dan visual ini, kamu akan dapat menerapkan prosedur lengkap dalam situasi yang berbeda.
Setiap metode tentu ada keunggulan dan kelemahannya. Metode perkalian bersusun dapat dilakukan dengan syarat kamu harus sudah hafal perkalian satu sampai sembilan. Jika kamu terbiasa dari kecil menghitung perkalian dengan cara bersusun, tentu metode perkalian garis ini akan terlihat sedikit ribet. Tetapi jika kamu membiasakannya, maka kamu dapat menghitung dengan cepat tanpa harus hafal perkalian.










