6D88uBH2OkoWmaX0SxhtgruSVDdsh0Chic06QzDU

Cari Blog Ini

Laporkan Penyalahgunaan

BELAJAR PPPK GURU PEDAGOGIK


Peran guru profesional dalam proses pembelajaran sangat penting sebagai kunci keberhasilan belajar peserta didik. Guru profesional adalah guru yang kompeten membangun proses pembelajaran yang baik sehingga dapat menghasilkan pendidikan yang berkualitas dan berkarakter Pancasila yang prima. Hal tersebut menjadikan guru sebagai komponen utama dalam pendidikan sehingga menjadi fokus perhatian Pemerintah maupun Pemerintah Daerah dalam seleksi Guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak atau PPPK.

Seleksi Guru P3K dibuka berdasarkan pada Data Pokok Pendidikan. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengestimasi bahwa kebutuhan guru di sekolah negeri mencapai satu juta guru [di luar guru PNS yang saat ini mengajar]. Pembukaan seleksi untuk menjadi guru P3K adalah upaya menyediakan kesempatan yang adil bagi guru-guru honorer yang kompeten agar mendapatkan penghasilan yang layak.

Seleksi guru P3K kali ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, dimana pada tahun sebelumnya formasi untuk guru P3K terbatas. Sedangkan pada tahun 2021 semua guru honorer dan lulusan PPG bisa mendaftar untuk mengikuti seleksi. Semua yang lulus seleksi akan menjadi guru P3K hingga batas satu juta guru. Oleh karenanya agar pemerintah bisa mencapai target satu juta guru, maka pemerintah pusat mengundang pemerintah daerah untuk mengajukan formasi lebih banyak sesuai kebutuhan.

Untuk itu, kuy kita belajar bareng, membahas PPPK Pedagogi. Silakan tinggalkan komentar di kolom komentar.

  1. Ibu Puji adalah seorang guru SD yang akan mengajarkan indikator yakni peserta didik mampu melakukan gerakan motorik kasar berupa gerakan pesawat terbang. Bu Puji memberikan contoh gerakan pesawat terbang kepada peserta didiknya. Ilustrasi yang diberikan oleh Ibu Puji tersebut sesuai dengan teori...
    1. Bruner
    2. Gagne
    3. Pavlov
    4. Skinner
    5. Bandura

  2. JAWABAN E

    Kata kunci dari soal tersebut adalah melakukan gerakan atau menirukan.

    Menurut Albert Bandura, belajar menekankan kepada komponen kognitif dari pikiran, pemahaman, dan evaluasi. Kebanyakan perilaku manusia dipelajari secara observasional melalui pemodelan dari mengamati orang lain.

    Bandura berpendapat bahwa setiap anak dapat belajar hal baru meski tidak melakukannya secara langsung, syaratnya anak tersebut sudah pernah melihat orang lain melakukannya.


  3. Pada pembelajaran matematika, siswa diminta menemukan sifat-sifat persegi panjang oleh gurunya. Siswa tersebut dapat menemukan sendiri sifat-sifat bujursangkar karena pada pembelajaran sebelumnya sudah belajar mengenai bangun datar. Menurut Ausubel, hal tersebut menunjukkan...
    1. Belajar dengan penemuan bermakna
    2. Belajar dengan penemuan tidak bermakna
    3. Belajar menerima dengan bermakna
    4. Belajar visual bermakna
    5. Belajar audiovisual bermakna

  4. JAWABAN A

    Teori Ausubel tentang belajar bermakna [Meaningful Learning] sebagai berikut:

    • Belajar adalah penerimaan atau penemuan, serta hafalan yang bermakna.
    • Belajar akan menjadi bermakna apabila pembelajar dapat mengaitkan informasi baru yang diterimanya dengan konsep-konsep relevan yang terdapat dalam struktur kognitif yang dimilikinya.
    • Jika pembelajar tidak mampu mengaitkan informasi baru tersebut dengan struktur kognitifnya, maka kondisi tersebut dinyatakan sebagai belajar hafalan.


  5. Riko adalah anak yang bersemangat di kelas, ia selalu berusaha menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan oleh gurunya. Guru memberikan tepuk tangan atau terkadang memberikan acungan jempol sebagai bentuk pernghargaan atas usahanya. Perilaku guru tersebut sesuai dengan teori belajar dari...
    1. Ausubel
    2. Piaget
    3. Bruner
    4. Mason
    5. Skinner

  6. JAWABAN E

    Bentuk perilaku guru berupa tepuk tangan atau acungan jempol merupakan tindakan penguatan, penghargaan atau apresiasi, atau reinforcement.

    Skinner berpendapat bahwa penguatan atau hukumanadalah bagian dari pembelajaran. Penguatan [reinforcement] adalah konsekuensi yang meningkatkan probabilitas bahwa suatu perilaku akan terjadi. Sebaliknya, hukuman [punishment] adalah konsekuensi yang menurunkan probabilitas terjadinya suatu perilaku.

    Penguatan terbagi menjadi dua:
    1. Penguatan positif: penguatan berdasarkan prinsip bahwa frekuensi respon meningkat karena diikuti dengan stimulus yang mendukung [rewarding]. Bentuk-bentuk penguatan positif adalah berupa hadiah [permen, kado, dll] atau perilaku [tepuk tangan, senyuman, dll], atau penghargaan [nilai A, nilai 100, dll].
    2. Penguatan negatif adalah penguatan berdasarkan prinsip bahwa frekuensi respon meningkat karena diikuti oleh penghilangan stimulus yang merugikan [tidak menyenangkan]. Bentuk-bentuk penguatan negatif antara lain: menunda penghargaan, memberi tugas tambahan, atau menunjukkan perilaku kecewa.


  7. Penilaian harus mampu menyimpulkan apakan peserta didik telah mencapai kompetensi yang ditetapkan atau belum. Hal ini sesuai dengan prinsip penilaian ...
    1. Finding out
    2. Summing up
    3. Checking out
    4. Checking up
    5. Keeping track

  8. JAWABAN B

    Prinsip penilai terbagi atas sebagai berikut:
    1. Keeping track: penilaian harus mampu menelusuri dan melacak kemajuan siswa sesuai dengan rencana pembelajaran yang telah ditetapkan.
    2. Checking up: penilaian harus mampu mengecek ketercapaian kemampuan siswa dalam proses pembelajaran.
    3. Finding out: penilaian harus mampu mencari dan menemukan serta mendeteksi kesalahan-kesalahan yang menyebabkan terjadi kelemahan dalam proses pembelajaran.
    4. Summing up: penilaian harus mampu menyimpulkan apakah peserta didik telah mencapai kompetensi yang ditetapkan atau belum.


  9. Keterampilan intelektual menurut Gagne adalah...
    1. Kemampuan seseorang untuk berinteraksi dengan lingkungannya masing-masing dengan penggunaan lambang.
    2. Keadaan dalam diri peserta didik yang memengaruhi [bertindak sebagai moderator atas pilihan untuk bertindak]. Sikap ini meliputi komponen afektif, kognitif, dan psikomotor.
    3. Keterampilan peserta didik untuk mengatur proses internal perhatian, belajar, ingatan, dan pikiran.
    4. Keterampilan mengorganisasikan gerakan sehingga terbentuk keutuhan gerakan yang mulus, teratur, dan tepat waktu.
    5. Kemampuan untuk mengenal dan menyimpan nama atau istilah, fakta, dan serangkaian fakta yang merupakan kumpulan pengetahuan.

  10. JAWABAN A

    Teori belajar konstruktivisme: memahami belajar sebagai proses pembentukan pengetahuan oleh peserta didik itu sendiri [asimilasi dan akomodasi]. Peserta didik harus aktif selama kegiatan pembelajaran, aktif berpikir, emnyusun konsep, dan memberi makna tentang hal-hal yang sedang dipelajari, tetapi yang menentukan terwujudnya gejala belajar adalah niat belajar peserta didik itu sendiri. Peranan guru dalam belajar konstruktivisme adalah membantu agar proses pengkonstruksian pengetahuan oleh peserta didik berjalan lancar.

    Teori belajar behavioristik: belajar adalah perubahan tingkah laku. Seseorang telah dianggap belajar jika ia mampu menunjukkan perubahan tingkah laku. Pentingnya berupa input [stimulus] dan keluaran output [respon]. Penguatan dapat berupa apa saja yang dapat memperkuat respon.

    Kegiatan belajar ditekankan sebagai aktivitas mimetic yang menuntuk peserta didik untuk mengungkapkan kembali pengetahuan yang sudah dipelajari. Evaluasinya menekankan pada hasil dan menuntuk satu jawaban benar.

    Teori belajar kognitif: belajar menurut kognitif adalah perubahan persepsi dan pemahaman, yang tidak selalu berbentuk tingkah laku yang dapat diamati dan dapat diukur. Teori kognitif berpendapat bahwa setiap orang memiliki pengetahuan dan pengalaman yang telah tertata dalam bentuk struktur kognitif yang dimilikinya. Ilmu pengetahuan dibangun sendiri melalui proses interaksi dengan lingkungan.

    Selama kegiatan pembelajaran berlangsung, keterlibatan peserta didik secara aktif amat dipentingkan. Materi pelajaran disusun dengan menggunakan pola atau logika tertentu, dari sederhana hingga ke kompleks.

    Teori belajar humanistik: Tujuan belajarnya adalah memanusiakan manusia. Proses belajar dianggap berhasil jika peserta didik mampu memahami lingkungan dan dirinya sendiri.

    Aplikasinya dalam pembelajaran cenderung mendorong peserta didik untuk berpikir induktif. Teori ini juga amat mementingkan faktor pengalaman dan keterlibatan peserta didik dalam belajar.


  11. Apabila dalam proses belajar peserta didik melakukan sesuatu sampai dengan mendapatkan respon yang tepat dan sesuai dengan apa yang diinginkan serta menghilangkannya apabila dirasakan tidak sesuai. Hal ini merupakan prinsip pembelajaran...
    1. Konseptualisasi
    2. Conditioning
    3. Trial dan error
    4. Stimulus respon
    5. Shaping

  12. JAWABAN C

    Metode trial dan error [metode coba-coba] adalah upaya untuk mencapai sebuah tujuan melalui berbagai macam cara. Upaya yang dilakukan tersebut dilakukan beberapa kali hingga akhirnya mendapatkan cara yang paling sesuai. Kesalahan atau kekeliruan dicatat untuk dievaluasi sebagai bahan pembelajaran.


  13. Kegiatan pembelajaran yang paling maksimal dalam menyerap kompetensi yang diharapkan menurut Edgar Dale adalah...
    1. Memanfaatkan berbagai media pembelajaran
    2. Belajar dengan metode membaca intensif dan mendengarkan penjelasan dari guru
    3. Belajar dengan kegiatan nyata dalam kehidupan sehari-hari
    4. Pembelajaran yang melibatkan peserta didik dalam kelompok untuk mendiskusikan permasalahan pembelajaran
    5. Pembelajaran yang memfasilitasi kegiatan presentasi dan penyajian

  14. JAWABAN C

    Berdasarkan kerucut pengalaman Edgar Dale
    [Edgar Dale's Cone of Experience]

    1. Kegiatan: Membaca
      Yang diingat: 10%
      Tingkat keterlibatan: Verbal

    2. Kegiatan: Mendengar
      Yang diingat : 20%
      Tingkat keterlibatan: Verbal

    3. Kegiatan: Melihat diagram/gambar, menonton video, melihat demonstrasi
      Yang diingat: 30%
      Tingkat keterlibatan: Visual

    4. Kegiatan: Terlibat dalam diskusi
      Yang diingat: 50%
      Tingkat keterlibatan: Visual

    5. Kegiatan: Menyajikan presentasi
      Yang diingat: 70%
      Tingkat keterlibatan: Terlibat

    6. Kegiatan: Bermain peran, melakukan simulasi, mengerjakan hal nyata
      Yang diingat: 90%
      Tingkat keterlibatan: Berbuat


    Gambarnya seperti berikut:


  15. Kegiatan pembelajaran yang diawali dengan pemberian rangsangan, mengidentifikasi masalah, melakukan pengumpulan data dan mengolah data sehingga mampu memberikan pembuktian dan menarik kesimpulan, sesuai dengan model pembelajaran...
    1. Probem Based Learning
    2. inquiry Learning
    3. Discovery Learning
    4. Integrated Learning
    5. Project Based Learning

  16. JAWABAN C

    Inquiry dan Discovery Learning memiliki sintaks yang hampir sama. Namun terdapat perbedaaan yang seringkali membingungkan para guru atau peneliti.

    Langkah kerja model Discovery Learning dalam pembelajaran penemuan sebagai berikut:
    1. Pemberian rangsangan [stimulation]
    2. Pernyataan atau identifikasi masalah [probem statement]
    3. Pengumpulan data [collection data
    4. Pengolahan data [data processing]
    5. Pembuktian [verification]
    6. Menarik kesimpulan [generalization]


    Langkah kerja model inquiry Learning dalam pembelajaran sebagai berikut:
    1. Orientasi Masalah
    2. Merumuskan Pertanyaan
    3. Mengajukan Hipotesis
    4. Mengumpulkan Informasi
    5. Menguji Hipotesis
    6. Menyimpulkan

    Terlihat disana perbedaannya hanya pada penyampaian hipotesis. Pada inquiry, peserta didik diberi kesempatan untuk menyampaikan hipotesis [dugaan sementara], baru kemudian mengumpulkan informasi.


  17. Kebutuhan tertinggi masnusia dalam pembelajaran menurut Maslow adalah...
    1. Keamanan
    2. Pengembangan diri
    3. Afeksi dan relasi
    4. Makan, minum, tidur, dan pakaian
    5. pencapaian dan status

  18. JAWABAN B

    Ada 5 hirarki atau urutan dalam teori kebutuhan menurut Abraham Maslow. Berikut ini saya urutkan dari paling rendah ke paling tinggi:
    1. Fisiologis: Makanan, minuman, tidur, pakaian
    2. Rasa aman: keamanan, keteraturan, stabilitas
    3. Sosial: afeksi, relasi, keluarga, teman,
    4. Penghargaan: Pencapaian, status, tanggung jawab, reputasi
    5. Aktualisasi diri: Pengembangan diri, pemenuhan ideeologi


  19. Belajar pada hakikatnya merupakan proses pembentukan hubungan antara stimulus dan respon. Pernyataan tersebut merupakan teori belajar dari...
    1. Mason
    2. Ausubel
    3. Thorndike
    4. Bandura
    5. Piaget

  20. JAWABAN C

    Kata kunci pada soal adalah Stimulus-Respon, yang sangat erat dengan Behaviorisme atau Behavioristik. Tokoh-tokoh aliran behavioristik adalah:
    1. Thorndike
    2. Watson
    3. Clark Hull
    4. Guthrie
    5. Skinner
    6. Pavlov

    Tokoh-tokoh aliran kognitivisme:
    1. Piaget
    2. Bruner
    3. Ausubel
    4. Gagne

    Tokoh-tokoh aliran konstruktivisme:
    1. Bruner
    2. Dewey
    3. Piaget
    4. Vygotsky

    Tokoh-tokoh aliran humanistik:
    1. Wright Combs
    2. Rogers
    3. Maslow


Demikian tadi belajar pedagogi PPPK Guru. TErus intensifkan belajarmu, agar kamu dapat lulus PPPK tahun ini, aamiin!
Related Posts

Related Posts

Posting Komentar