Capaian pembelajaran ini disusun mengacu pada Standar Kompetensi Kelulusan atau SKL serta Standar Isi seperti Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar [KI-KD] dalam Kurikulum 2013.
Capaian pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka merupakan pembaruan dari Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar yang dirancang untuk menguatkan fokus pembelajaran terhadap pengembangan kompetensi. Dalam K13 dan kurikulum nasional yang terdahulu lainnya ditujukan untuk kompetensi sehingga kurikulum ini pun meneruskan upaya tersebut.
Lalu munculah pertanyaan, apa itu Capaian Pembelajaran?
Capaian Pembelajaran atau CP adalah kompetensi yang harus dicapai oleh peserta didik dalam satu fase. Jika kita menilik dari situs guru.kemdikbud.go.id, Capaian Pembelajaran merupakan kompetensi pembelajaran yang harus dicapai murid pada setiap fase perkembangan, yang dimulai dari fase Fondasi pada PAUD.
Capaian Pembelajaran mencakup sekumpulan kompetensi dan lingkup materi, yang disusun secara komprehensif dalam bentuk narasi dan digunakan untuk mengidentifikasi tujuan belajar yang lebih terukur. Ketuntasan Capaian Pembelajaran dapat diidentifikasi setelah peserta didik mengikuti proses pembelajaran melalui penilaian dan harus dapat didemonstrasikan dalam kehidupan nyata.
Capaian Pembelajaran [selanjutnya kita sebut sebagai CP] sudah ditetapkan oleh pemerintah, dan CP perlu diuraikan dan dijabarkan agar menjadi tujuan pembelajaran lebih konkret. Proses perancangan kegiatan pembelajaran ada 4 bagian, yaitu:
- Memahami CP
- Merumuskan Tujuan Pembelajaran
- Menyusun alur tujuan pembelajaran
- Merancang pembelajaran
Pada postingan kali ini, kita akan mengulas pada poin pertama yaitu Memahami Capaian Pembelajaran.
Memahami Capaian Pembelajaran
Nah, Capaian Pembelajaran disusun dalam fase, dimana satu fase terdiri dari 1 - 3 tahun. Tetapi perlu diketahui bahwa fase $\neq$ kelas.
Selama ini kita mengenal adanya kelas. Kelas menunjukkan kelompok berdasarkan usia, sedangkan fase menunjukkan kelompok berdasarkan kompetensi. Dalam merencanakan pembelajaran untuk satu fase, guru sebaiknya melakukan kolaborasi dan komunikasi dengan rekan guru yang sama-sama mengajar pada satu fase yang sama. Dengan demikian, diharapkan nanti akan muncul pemerataan kompetensi yang diajarkan kepada peserta didik.
Pengelompokan Kelas
Contohnya, pada fase F berlaku untuk kelas XI dan XII. Ketika merancang pembelajaran, guru yang mengajar di kelas XI dan XII perlu duduk bersama dan berdiskusi mengenai batasan kompetensi yang akan dicapai. Sehingga nantinya akan muncul kesinambungan pada materi pelajaran yang dipelajari.
Untuk memahami Capaian Pembelajaran, ada 4 langkah:
- Memahami Rasional Pada bagian ini, pendidik perlu mengetahui alasan pentingnya mempelajari mata pelajaran tersebut serta kaitannya dengan Profil Pelajar Pancasila. Agar lebih mudah memahami bagian ini, pendidik dapat menggunakan pertanyaan pemantik seperti berikut.
- Memahami tujuan Mata Pelajaran Tujuan menjelaskan kompetensi yang dituju setelah peserta didik memahami dan mempelajari mata pelajaran tersebut secara menyeluruh. Untuk memahami bagian ini, pendidik dapat menggunakan pertanyaan pemantik seperti berikut:
- Memahami Karakteristik Bagian karakteristik menjelaskan apa yang dipelajari dalam mata pelajaran tersebut serta elemen-elemen yang membentuk mata pelajaran. Untuk memahami bagian ini, pendidik dapat menggunakan pertanyaan pemantik seperti berikut:
- Mempelajari Capaian per Fase Pada bagian ini, pendidik harus mengetahui kompetensi yang harus dipenuhi dalam satu fase. Pertanyaan pemantik pada bagian ini sebagai berikut:
Mengapa peserta didik perlu belajar mata pelajaran ini?
Bagaimana mata pelajaran ini berperan dalam mewujudkan Profil Pelajar Pancasila?
Apa fokus utama yang ingin dicapai pada mata pelajaran ini?
Kompetensi apa yang perlu dimiliki peserta didik untuk sampai di Capaian Pembelajaran akhir fase?
Apa karakter serta elemen dari mata pelajaran ini?
Apa yang akan dipelajari di fase ini?
Kata-kata kunci apa yang penting dalam CP?
Pemahaman terhadap CP sangat penting untuk memberikan layanan pembelajaran yang mendalam dan bermakna bagi peserta didik. Oleh karena itu, pendidik perlu terus belajar dan mengembangkan kompetensinya. Melalui platform Merdeka Mengajar, pendidik diberikan kesempatan yang luas untuk mengembangkan diri dan mengikuti webinar.




