6D88uBH2OkoWmaX0SxhtgruSVDdsh0Chic06QzDU

Cari Blog Ini

Laporkan Penyalahgunaan

MINAT BELAJAR TURUN? COBAIN TIPS BERIKUT


Hai semua para calon guru! Buat kamu yang sebentar lagi menyelesaikan pendidikan keguruan, hendaknya mulai membaca banyak referensi mengenai cara mengajar di kelas. Kenapa? Karena biasanya para calon guru ini sudah sangat menguasai teori-teori pendidikan yang diajarkan ketika perkuliahan. Saya yakin hal tersebut masih sangat melekat dipikiranmu.

Nah, karena teori-teori sudah kalian kuasai, hendaknya mulailah belajar mengenai prakteknya. Kamu bisa membaca di internet atau menonton di channel Youtube, mengenai cara-cara mengajar dan menguasai kelas dengan baik.

Namun, tantangan terkadang muncul bukan dari faktor luar peserta didik, namun juga dari faktor internal mereka. Ya, salah satu tantangan yang sering sekali terjadi di kelas yaitu hilangnya minat belajar. Minat belajar merupakan salah satu faktor terpenting dalam keberhasilan peserta didik di kelas.

Tenang saja, saya akan berikan beberapa tips dalam menumbuhkan atau bahkan meningkatkan minat belajar peserta didik. Beberapa tips berikut dapat kamu terapkan nantinya di kelas.

Gunakan Model Pembelajaran yang Beragam

Ada banyak sekali model pembelajaran yang dapat digunakan, baik di dalam maupun di luar kelas. Keberagaman penggunaan model pembelajaran diyakini dapat mengubah mood peserta didik. Meskipun beberapa model pembelajaran, terutama model kooperatif, membutuhkan waktu yang banyak dalam prosesnya. Dan tidak semua mata pelajaran cocok dengan model pembelajaran kooperatif.

Model pembelajaran yang umum digunakan seperti Jigsaw atau IHT dipercaya dapat meningkatkan minat peserta didik dalam mata pelajaran Biologi, Sejarah, atau mata pelajaran yang non eksak lainnya. Mata pelajaran tertentu seperti Matematika dan Fisika kurang 'greget' jika menggunakan Jigsaw.

Oleh karena itulah, para guru hendaknya memperhatikan karakteristik peserta didik, karakteristik mata pelajarannya, dan jam pembelajarannya. Jika jam pembelajaran berlangsung di pagi hari [di jam pertama] dimana mood dan minat siswa masih fresh, maka tidak perlu menggunakan model pembelajaran kooperatif.

Melakukan Pendekatan Personal

Guru hendaknya tidak terlalu dominan bahkan bersifat diktator di dalam kelas. Jika guru melakukan kegiatan pembelajaran dengan berkelompok, berikan kebebasan kepada kelompok tersebut untuk bereksplorasi. Sehingga peserta didik akan merasa nyaman.

Jika guru menerapkan model pembelajaran ekspositori atau ceramah, maka hendaknya ia berkeliling untuk sekedar memantau kegiatan siswa. Bertanyalah dan tawarkan bantuan jika peserta didik mengalami kesulitan ketika mengerjakan latihan.

Dengan bertanya, maka peserta didik akan merasa diperhatikan oleh gurunya, dan hal tersebut dapat menjadi stimulus terhadap minat belajar mereka.

Pahami Gaya Belajar Peserta Didik

Guru harus mampu memahami gaya belajar dari peserta didik. Pemilihan kelompok, materi, atau model pembelajaran sebagiknya memperhatikan karakteristik peserta didik. Identifikasi peserta didik dengan daya audiotori, kinestetik, dan visual. Dengan memahami karakteristik peserta didik tersebut, mereka akan muncul minat belajar. Karena tugas atau materi yang diberikan sesuai dengan gaya mereka.

Pada bagian ini, sangat sulit diterapkan sekaligus. Membagi peserta didik dalam satu kelas menjadi 3 kelompok belajar kemudian memberikan mereka materi sesuai dengan gaya belajar.

Bebas Tapi Terkontrol

Guru memberikan kebebasan yang terkontrol dalam kegiatan berdiskusi. Misalnya mempersilahkan peserta didik untuk berdiskusi dengan kemauan mreka masing-masing. Berdiskusi di dalam kelas, duduk di lantai, berdiskusi di lapangan, perpustakaan, dan sebagainya. Tindakan tersebut dapat menstimulasi rasa ingin tahu siswa dan semangat belajar siswa akan tumbuh.

Peserta didik terkadang sudah mempunyai minat belajar, namun karena guru memberikan suatu tindakan seperti memberikan kompetisi, maka siswa yang mentalnya kurang baik akan merasa minder. Hal tersebut dapat menghilangkan minat belajar mereka. Beri kesempatan yang sama kepada peserta didik secara bebas namun tetap guru yang memegang kendali.

Ingatkan Motivasi Awal

Guru mengingatkan peserta didik akan komitmen awalnya dalam bersekolah, sehingga muncul motivasi dalam diri mereka akan pentingnya belajar.

Biasanya di awal semester, para guru bertanya kepada peserta didik mengenai motivasinya dalam bersekolah. Hendaknya motivasi tersebut kembali diingatkan sesekali kepada peserta didik.

Pengaruh eksternal seperti lingkungan dan teman terkadang menjadikan minat belajar peserta didik menjadi turun, karena pikiran mereka terpusat dengan hal lain, seperti bersenang-senang dengan teman, bermain game, dan lainnya.

Disitulah guru dapat mengingatkan motivasi kembali motivasi awal peserta didik, agar mereka tidak jauh menyeleweng

Tidak mudah memang untuk menerapkan beberapa hal di atas. Namun, seiring berjalannya waktu, kamu pasti akan dapat menguasainya. Yang penting adalah jangan putus belajar, sebagai guru kita juga harus belajar. Bukan hanya peserta didik saja. Semangat!
Related Posts

Related Posts

Posting Komentar