6D88uBH2OkoWmaX0SxhtgruSVDdsh0Chic06QzDU

Cari Blog Ini

Laporkan Penyalahgunaan

PERSAMAAN DRAKE





Semua orang merasakan sesuatu ketika mereka berada di tempat berbintang yang sangat bagus dan mereka melihat ke atas dan melihat ini:


Beberapa orang bertahan dengan pemikiran yang normal, merasa terpesona oleh keindahan epik atau terpesona oleh skala alam semesta yang gila. Langit yang benar-benar berbintang tampak luas, tetapi yang kita lihat hanyalah lingkungan sekitar kita. Pada malam dengan cuaca cerah tanpa awan, kita dapat melihat hingga sekitar 2.500 bintang [kira-kira seperseratus juta bintang di galaksi kita] dan hampir semuanya berjarak kurang dari 1.000 tahun cahaya dari kita [atau 1% dari diameter galaksi Bima Sakti].

Usia alam semesta ini sudah sangat tua, kurang lebih sekitar 14 miliar tahun lamanya. Semenjak manusia sudah mampu pergi ke Bulan, mengamati bintang-bintang dan mengetahui fakta bahwa ada sekitar dua triliun galaksi yang bisa teramati, manusia mulai berpikir bahwa "apa mungkin hanya kita satu-satunya makhluk cerdas yang hidup di alam semesta ini?".

Kita telah merasa ragu jika kita sendiri di alam semesta ini untuk waktu yang telah lama. Sejak pertengahan abad ke-20, spekulasi ini berkembang menjadi sains itu sendiri. "Eksobiologi" mencoba menentukan kondisi yang diperlukan untuk kehidupan dan tempat yang memungkinkan berkembang.


Persamaan Drake


Pada tahun 1961, seorang stronom radio dari Amerika yang bernama Frank Drake, mengusulkan persamaan teoritis untuk memperkirakan peluang keberadaan kehidupan lain di galaksi kita. Rumusan yang ia pikirkan menjadi pokok diskusi. Tujuannya untuk menghitung peradaban komunikasi yang mungkin ada di galaksi Bimasakti dan menjadi harapan umat manusia untuk menerima sinyal.

Persamaannya sebagai berikut,

$$N=\left(R^*\right)\times \left(F_p\right) \times \left(N_e\right)\times \left(F_l\right)\times \left(F_i\right)\times \left(F_c\right)\times \left(L\right)$$

dimana,
$R^*$ menyatakan laju pembentukan bintang dimana kebudayaan dimungkinkan berkembang. Bilangan ini merupakan fraksi dari semua bintang di galaksi dengan mengecualikan bintang raksasa yang memiliki masa hidup yang terlalu singkat
$F_p$ merupakan banyaknya bintang-bintang yang memiliki sistem keplanetan [tata surya]
$N_e$ menyatakan jumlah planet yang mirip dengan Bumi, yang terletak di zona layak hidup.
$F_l$ setara dengan kemungkinan dari suatu planet untuk berkembang
$F_i$ menyatakan jumlah planet yang telah mencapai tahap kecerdasan
$F_c$ menyatakan banyaknya peradaban yang telah mengembangkan teknologi yang memungkinkan untuk mengirim sinyal ke luar angkasa
$L$ menyatakan masa hidup peradaban yang dapat mengirim sinyal ke luar angkasa yang dapat terdeteksi
$N$ menyatakan jumlah peradaban komunikasi di galaksi Bimasakti yang dapat mengirim sinyal radio yang dapat terdeteksi oleh kita.



Skala Peradaban Kadarshev

Skala peradaban dibuat oleh seorang astronom Rusia pada 1964, Nikolai Kardashev. Skala tersebut membagi peradaban menjadi tiga tingkat berdasarkan konsumsi dan sumber energi yang dimiliki peradaban yang bersangkutan. Skala ini dinamai Skala Kardashev.



Detail konsumsi energi yang digunakan tiap tipe peradaban bisa dilihat di atas. Untuk rincian tiap peradaban sebagai berikut:
  1. Peradaban Tingkat I, adalah peradaban yang mampu menggunakan seluruh energi yang disediakan oleh planet tempat tinggalnya—termasuk energi petir, energi badai, energi tektonik, dan energi vulkanik—dengan konsumsi energi sebanyak $10^{16}$ watt setahun.
    Peradaban tipe ini sudah mampu menjinakkan semua energi yang ada pada planet tempat tinggalnya. Mereka bisa mengendalikan kekuatan alam seperti gunung berapi, cuaca dan bahkan gempa bumi. Peradaban tipe ini juga mampu mengambil sebagian energi dari bintang tetangganya. Peradaban yang sudah mampu mengambil seluruh energi dari bintang induknya. Misal membangun Dyson Sphere [semacam struktur raksasa yang dibangun di sekeliling bintang untuk menangkap seluruh energi yang dikeluarkan]. Mereka juga mampu berpindah atau menempati planet lain.

  2. Peradaban Tingkat II, adalah peradaban yang mampu menggunakan seluruh energi yang disediakan oleh Sistem Tata Surya tempatnya tinggal, termasuk energi bintang induknya [jika bumi, maka matahari]. Hal ini termasuk pembangunan megastruktur luar angkasa seperti Dyson Sphere. Konsumsi energi peradaban ini adalah $10^{26}$ watt setahun.

  3. Peradaban Tingkat III, adalah peradaban yang mampu menggunakan seluruh energi yang disediakan oleh galaksi tempat tinggalnya. Nah, inilah tipe peradaban yang berkaitan dengan pertanyaan dari penanya. Tipe III adalah peradaban yang sudah mampu bepergian antar galaksi, mampu bepergian ke bintang-bintang lain di seluruh penjuru alam semesta dan membuat koloni di planet-planet yang ditemuinya.
    Peradaban dengan tingkat ini adalah peradaban penjelajah galaksi yang mampu memanen energi dari lubang hitam. Konsumsi energi peradaban ini adalah $10^{36}$ watt setahun.

Sungguh kita sangat-sangat kesepian dengan luasnya alam semesta ini jika hanya bumi satu-satunya yg dihuni oleh kehidupan dengan kecerdasan.
Related Posts

Related Posts

Posting Komentar